Profil

Saat itu Ibukota masih mencekam, situasi Jakarta masih tegang karena pemerintah memberlakukan jam malam. Lewat dini hari 14 September 1966, Dede Yusuf lahir setelah Ibunda Rahayu Effendi melewati perjuangan mengandung selama 10 bulan. Dede lahir dengan nama asli Macan yang diambil dari judul film “Macan Kemayoran” yang dibintangi ibunda. Kemudian kakek Effendi menambahkan nama depan Yusuf dengan harapan agar kelak menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, namun sehari-hari memanggilnya dengan nama kesayangan Dede

Dede Yusuf dikenal sebagai Artis sekaligus Politisi muda Indonesia dari Partai Demokrat, Ia meraih gelar M.SI di Universitas Padjajaran, Bandung pada tahun 2014, Saat ini Dede Yusuf sebagai kandidat Doktor di Universitas Padjajaran Bandung.

Di luar aktivitasnya sebagai politisi dan aktor, Dede juga merupakan pegiat sosial kepemudaan dan olahraga. Sejak 2010 hingga sekarang dia dipercaya sebagai ketua Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat, salah satu terobosan yang dilakukannya adalah melakukan “rebranding” melalui berbagai kegiatan inspiratif seperti pembuatan jembatan bambu menyambung desa yang terputus. Dede juga ikut membidani transformasi klub sepakbola PERSIB Bandung menjadi klub profesional pada 2011, atas kontribusinya itu Dede diangkat sebagai Duta PERSIB.

Dede Yusuf sudah tidak asing dengan anak-anak muda, dia aktif sebagai pembicara dalam forum diskusi kepemudaan baik Nasional maupun Internasional. Berbagai prestasi yang di raih, Dede Yusuf pernah di nobatkan sebagai tokoh muda inspiratif oleh The Institute of Democracy and Education (IDE Indonesia) pada 2017.   

Dede Yusuf selain dikenal sebagai Artis dan Politisi, ia memiliki kegemaran dalam olahraga beladiri, sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi dia menggeluti berbagai ilmu beladiri mulai dari pencak silat, karate, kungfu dan tae kwon do. Kemudian pada kurun awal 80-an Dede menapaki gelanggang prestasi sebagai atlet nasional tae kwon do, lalu dia menggeluti dunia sinema dengan memulai sebagai pemeran pembantu. Akhir tahun 80-an Dede membintangi film “Catatan Si Boy 1 dan 2”, selanjutnya di awal hingga pertengahan 90-an dia membintangi film “Perwira Kesatria” dan “Badut-Badut Kota” serta berbagai sinetron seperti “Jendela Rumah Kita” dan “Jalan Membara”.

Dede Yusuf sering muncul di beberapa stasiun televisi dan radio hingga sekarang. Ia sering di undang di berbagai acara televisi sebagai narasumber baik isu politik, kesehatan, ketenagakerjaan, dan lain sebagainya.

Bahkan Dede pernah mempunyai program sendiri baik presenter maupun iklan sebagai bagian dari aktualisasinya. Pertengahan hingga akhir 90-an Dede dipercaya membawakan kuis legendaris “Tak Tik Boom” dan “Russian Roulette” di salah satu stasiun televisi swasta, pada waktu yang sama Dede juga didapuk menjadi brand ambassador berbagai produk iklan seperti obat sakit kepala, minuman ringan, celana jeans dan motor bebek. Saat terjadi krisis ekonomi nasional pada akhir 90-an Dede tetap eksis di panggung entertain dengan tampil di pagelaran “Ketoprak Humor” bersama para komedian Grup Srilmulat. Selain pemain film, Dede Yusuf pernah membintangi beberapa iklan di televisi diantaranya yaitu iklan Bodrex, Suzuki, Tira Jeans, Green Sands, Homy Ped, dan iklan Bosowa Motor.

Makanya tidak asing lagi kalo masyarakat masih mengenal Dede Yusuf sebagai Artis ibukota dengan berbagai pengalaman yang dimilikinya. Lantas bagaimana Dede Yusuf yang di kenal sebagai artis bisa terjun ke dunia politik?  

Dede Yusuf berkenalan dengan dunia politik sejak bergabung dengan Kosgoro tahun 1992 sebagai salah satu pengurus pusat. Namun akhirnya dunia perfilman lebih menarik. Dede pun pernah menjadi Sekjen PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia). akan tetapi seiring kesibukannya untuk shooting, Dede akhirnya meletakkan jabatan itu. Akhirnya dunia politik praktis menarik untuk dirinya. Dede mendaftar sebagai calon legislatif dari PAN untuk daerah pemilihan Jabar IX (Kuningan-Ciamis-Banjar). Dede pun terpilih sebagai Anggota Legislatif untuk masa jabatan 2004-2009 dan duduk di Komisi VII yang membidangi Energi, lingkungan Hidup, Minyak dan Gas serta Ristek.

Pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013, Dede Yusuf pernah mendapmingi Ahmad Heryawan sebagai Wakil Gubernur dengan didukung PAN kemudian berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).  Dede Yusuf terjun kembali sebagai Anggota Legislatif, ia terpilih sebagai anggota DPR-RI pada Pemilu 2014 dari Partai Demokrat. Kini Dede mengemban amanat sebagai Ketua Komisi IX yang membidangi Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kependudukan periode 2014-2019. Buku pertamanya Dede Yusuf yaitu berjudul “Bersaing atau Tenggelam” telah diterbitkan pada tahun 2017.